• LInk Blog

    TopOfBlogs

  • Tulisan

  • Katagori

  • Pengunjung

Hadiah Bacaan Al Quran Buat Si Mati

Alam Kubur...Telah kita ketahui bersama bahwa apabila orang telah meninggal putruslah semua urusan dan pahalanya kecuali 3 perkara yaitu:

1. Amal jariah yang dilakukan orang tersebut selama masih hidup yang selalu dimanfaatkan atau bermanfaat bagi orang lain

2. Ilmu yang bermanfaat yang pernah diajarkan kepada sesama manusia dan ilmu tersebut masih digunakan

3. Anak yang saleh

Akan tetapi apakah boleh kita sebagai keluarga atau sahabat,teman si almarhum mengirimkan atau menghadiahkan bacaan alQuran sebagai hadiah dalam arti pahalanya di amalkan untuk si Almarhum?. Berikut kami sampaikan fatwa-fatwa para ulama terkait Masalah Khilafiyyah tentang Hadiah Pahala Bacaan Al Qur’an untuk Orang yang Sudah Meninggal. Muhammad bin Ahmad Al Marwazi berkata : “Saya mendengar Imam Ahmad bin Hanbal berkata : jika kamu masuk ke pekuburan, maka bacalah Fatiahatul kitab, Al Ikhlas, Al Falaq, dan An Nas dan jadikanlah pahalanya untuk para penghuni kubur, maka sesungguhnya pahala itu sampai kepada mereka. Tapi yang lebih baik adalah agar si pembaca do’a itu berdo’a sesudah selesai dengan : “Ya Alloh, sampaikanlah pahala ayat yang telah aku baca ini kepada si fulan . ( Buku Hujjatu Ahlis Sunnah Wal Jamaah, hal. 15) Syaikh Ali bin Muhammad bin Alil Lz berkata pada kitab Syarah Aqidah Thahawiyah, hal. 457, ” Adapun membaca Al Qur’an dan menghadiahkan (pahala)nya kepada orang mati secara sukarela dengan tanpa upah, maka pahalanya akan sampai kepadanya sebagaimana sampainya pahala puasa dan haji ” Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah, dalam kitab Majmu’ Fataawa jilid 24, hal. 324 : “Sampai kepada mayyit pahala bacaan Al Qur’an dari keluarganya. Dan tasbih, takbir serta seluruh dzikir mereka kepada Alloh Ta’ala apabila mereka menghadiahkan pahalanya kepada mayyit akan sampai pula “. Beliau juga menyebutkan dalam Yasaluunaka Fid Din Wal Hayad (Dr. Ahmad Syarbasi, jilid I/442) , menyampaikan : “Sesungguhnya mayyit itu dapat beroleh manfaat dengan bacaan Al Qur’an sebagaimana dia beroleh manfaat dengan ibadah-ibadah kebendaan seperti sedekah dan yang seumpamanya “. Pada buku yang sama, disebutkan pendapat Imam Ibnul Qayyim al Jauziyyah : “Sesuatu yang paling utama diahdiahkan kepada mayyit adalah sedekah, istighfar, berdo’a untuknya dan berhaji atas nama dia. Adapun membaca Al Qur’an dan menghadiahkan pahalanya kepada si mayyit dengan cara sukarela tanpa imbalan, maka akan sampai kepadanya sebagaimana pahala puasa dan haji juga sampai kepadanya ” Beliau juga menyebut pada kitab Ar- Ruh : ” Al Khallal dalam kitabnya Al Jami’ sewaktu membahas “bacaan disamping Kubur” berkata : Menceritakan kepada kami Abbas bin Muhammad ad Dauri, menceritakan kepada kami yahya bin Mu’in, menceritakan kepada kami Mubassyar al Halabi, menceritakan Abdurrahman bin `Ala bin Al Lajlaj dari bapaknya dia berkata : Berkata bapakku : ” Jika aku telah mati, maka letakkan aku diliang lahad dan ucapkan bismillahwa ala sunnati rasulillah dan ratakan tanah atasku dan baca permulaan al Baqoroh disamping kepalaku karena sesungguhnya aku mendengar Abdulloh bin Umar mengatakan demikian ” Berkata Imam Qurtubi : ” Telah ijma’ ulama atas sampainya pahala sedekah untuk orang-orang yang sudah meninggal, maka seperti itu pula pendapat ulama dalam hal bacaan Al Qur’an, do’a dan istighfar karena masing-masingnya termasuk sedekah, disini tidak dikhususkan sedekah itu dengan harta ( Tazkirah Al Qurtubi, hal. 26 ). Para ulama Mahzab Syafi’I berfatwa demikian : Imam Nawawi, dalam kitab Al Azkar, hal 140 : “Dalam hal sampainya bacaan Al Qur’an para ulama berbeda pendapat. Pendapat yang masyhur dari mahdzab Syafi’I dan sekelompok ulama bahwa pahalanya tidak sampai. Namun Ahmad bin Hanbal beserta sekelompok ulama dan juga sekelompok Ashab Syafii berpendapat bahwa pahalanya sampai. Maka yang lebih baik adalah si pembaca menghaturkan do’a : “Yaa Alloh sampaikanlah pahala ayat yang aku baca ini kepada si fulan …” Dalam Al Majmu’ jilid 15/522 : ” Berkata Ibnu Nahwi dalam Syarah Minhaj : ” Dalam Mahdzab Syafii menurut qoul yang masyhur, pahala bacaan tidak sampai,tapi menurut qoul yang mukhtar, sampai apabila dimohonkan kepada Alloh agar disampaikan pahala bacaan tersebut. Dan seyogyanya memantapkan pendapat ini karena dia adalah do’a. Maka jika boleh berdo’a untuk mayyit dengan sesuatu yang tidak dimiliki oleh si pendo’a, maka kebolehan berdo’a dengan sesuatu yang dimiliki oleh sipendo’a adalah lebih utama ” Masalah qoul yang masyhur ini, Syaikh Zakaria al Anshari dalam kitabnya Fathul Wahhab jilid II/19 menyampaikan : ” Apa yang dikatakan sebagai qoul yang masyhur dalam mahdzab Syafii itu dibawa atas satu pengertian ” Jika Al Qur’an itu tidak dibaca dihadapan mayyit dan tidak meniatkan pahala bacaan itu untuknya ” Syaikh Sulaiman Al Jamal, dalam kitabnya Hasiyatul Jamal jilid IV/67 menyebutkan : ” Berkata Syaikh Muhammad Ramli : Sampai pahala bacaan jika terdapat salah satu dari tiga perkara yaitu : 1. Pembacaan dilakukan disamping kuburnya 2. Berdo’a untuk mayyit sesudah membaca Al Qur’an yakni mohon agar pahalanya disampaikan padanya.3. Meniatkan sampainya pahala bacaan itu kepadanya “. Syaikh Ahmad bin Qasim al Ubbadi dalam kitabnya Hasiyah Tuhfatul Muhtaj jilid VII/74, menyampaikan : “Kesimpulannya bahwa jika seseorang meniatkan pahala bacaan kepada mayyit atau dia mendo’akan sampainya pahala bacaan itu kepada mayyit sesudah membaca Al Qur’an atau dia membaca disamping kuburnya, maka hasillah bagi mayyit itu seumpama pahala bacaannya dan hasil pula pahala bagi orang yang membaca “. Demikianlah saudaraku saya sampaikan Fatwa Para Ulama terkait Pahala bacaan Al Qur’an bagi Orang yang Sudah Meninggal yang saya ambil / kutip dari kitab Argumentasi Ulama Syafiiyah terhadap beberapa Tuduhan Bid’ah, oleh Ust. H. Mujiburrahman, penerbit Mutiara Ilmu, Surabaya. Semoga bisa kita ambil hikmahnya. Mohon dimaafkan, jika ada kesalahan dari saya, semoga Alloh menggantikan dengan hikmah kebenaran bagi saya, amiin, hanya Ilmu Alloh yang Maha Benar. Subhaanakallohuma Wabihamdika Asyhaduanlaailahaillaa anta Astaghfiruka wa’atubuilayka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: